Kenyamanan terus menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pilihan makanan di Indonesia. Semakin banyak konsumen mencari makanan yang cepat dan mudah disiapkan. Faktanya, 34% konsumen Indonesia memilih makanan yang mudah disiapkan dalam kesehariannya. Hal ini menunjukkan preferensi yang jelas terhadap solusi makanan yang praktis dan sesuai dengan gaya hidup mereka yang semakin sibuk. Mi instan yang sudah familiar sebagai solusi cepat untuk mengatasi rasa lapar di kalangan konsumen Indonesia menjadikan kategori ini sangat relevan untuk menjawab kebutuhan akan kepraktisan.
Seiring dengan kebutuhan konsumen yang terus berkembang, merek mi instan mencari berbagai cara baru untuk berinovasi. Di Indonesia, mi instan menyumbang 52% dari peluncuran produk baru dalam kategori makanan pokok dan makanan praktis pada tahun 2025. Meningkatnya kesadaran konsumen terhadap isu kesehatan juga turut memengaruhi inovasi dalam kategori ini. Di seluruh Asia, merek semakin banyak menambahkan manfaat nutrisi seperti vitamin, mineral, dan kalsium ke dalam produk mi instan.
Namun, di Indonesia, inovasi mi instan saat ini masih berfokus pada pengurangan bahan tertentu, seperti natrium dan lemak. Kondisi ini menciptakan peluang bagi merek untuk mengeksplorasi cara baru dalam menambahkan manfaat nutrisi ke dalam produk, sekaligus mempertahankan kepraktisan dan harga yang kompetitif.
Meskipun konsumen Indonesia semakin berhati-hati dalam membelanjakan uang mereka, mereka tetap antusias mengeksplorasi rasa baru dalam konsumsi sehari-hari. Hal ini menciptakan peluang bagi merek mi instan untuk menawarkan lebih banyak kombinasi rasa. Di Indonesia, ayam merupakan rasa yang paling umum untuk mi instan dan sering dipadukan dengan bawang dan kari. Di Asia, selain rasa berbasis protein hewani, rasa pedas juga sangat digemari. Karena konsumen Indonesia sering mengadopsi tren makanan dari pasar Asia lainnya, hal ini membuka peluang bagi merek lokal untuk mengeksplorasi kombinasi rasa yang lebih baru dan berani.
Selain rasa, kemasan juga dapat meningkatkan kepraktisan dan pengalaman menikmati makanan secara keseluruhan. Di Jepang dan Korea Selatan, mi dalam kemasan cup dan bowl sudah umum ditemukan, menawarkan pilihan yang praktis dan mudah untuk dikonsumsi sebagai makanan cepat saji. Format ini sangat relevan bagi konsumen yang lebih muda dan untuk kebutuhan konsumsi saat bepergian. Meskipun mi instan dalam kemasan bungkus masih mendominasi pasar Indonesia, meningkatnya permintaan terhadap solusi makanan yang praktis dan individual dapat menciptakan peluang bagi format cup dan bowl untuk berkembang lebih jauh di pasar.
Sumber : Mintel